Kendari – Laode Jusri Jayanti, maju sebagai calon ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada musyawarah wilayah (Muswil) ke-5 yang diselenggarakan 13-15 Januari 2026.
Jusri mengaku dirinya maju dalam pencalonan ketua dengan komitmen mendorong pelibatan arsitek lokal untuk pembangunan daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan menyiapkan program unggulan.
Menururnya, dengan membangun kemitraan kepada pemerintah, maka peran IAI Sultra lebih terlihat dalam mensukseskan pembangunan daerah.
“Kita juga akan menjadi mercusuar mengawal apakah pembangunan ini betul-betul menyentuh masyarakat atau tidak,”ungkapnya.
Jusri mengatakan komitmennya maju sebagai calon ketua, untuk memperkokoh peran para arsitek baik itu profesional maupun non profesional.
Ia menyampaikan IAI Sultra harus menjadi wadah bagi anggotanya dalam menjamin kepastian hukum dan hak-hak para arsitek, salah satunya yakni IAI harus memiliki sekretariat yang paten.
“Makanya ketika saya diberi kesempatan, saya berencana mambangun sekretariat,”ucap Jusri.
Selain itu, Jusri menginkan sekretariat IAI bisa menjadi tempat anggota dalam mengembangkan potensi akademik, peningkatan kompetensi profesi hingga bisnis.
Upaya tersebut, kata Jusri, melihat kondisi rendahnya arsitek lokal yang dilibatkan dalam pembangunan daerah karena tidak punya Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA). STRA ini merupakan sertifikasi bagi para arsitek untuk legalitas profesi.
“Dari 400 anggota IAI di Sultra baru 38 yang punya STRA,”ucapnya.
Ia mengaku jika terpilih nanti, dia memiliki perencanaan agar para anggota mendapatkan kemudahan akses informasi untuk memperoleh STRA tersebut.
Jusri juga menambahkan pengembangkan kompetensi arsitek lokal sangat penting melalui penataran kode etik, hingga diskusi dengan para arsitek di tingkat nasional maupun internasional.
“Kemudian kami di sekretariat nanti harus ada tim yang mengurus publikasi kegiatan IAI Sultra baik itu melalui media sosial atau podcast,”tuturnya.
Laporan : Ira


